“ke Cianter aja” balasku. dan dianya setuju, dalam hati masih tidak percaya dan pikiran sudah berimajinasi saja dengan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi nanti, haha dasar aku. Tentu saja harus menyiapkan beberapa topik pembicaraan untuk mencairkan suasana nantinya, dimulai dengan stalking akun facebook dan instagram nya, waw ternyata aktif juga dia medsos, bahkan foto-foto lamanya masih ada, lumayan buat bahan obrolan.
Hari yang ditunggu pun tiba, perasaan campur aduk seolah masih tidak percaya, maklum ini adalah debut main berdua sama lawan jenis, walaupun hanya teman. Setelah mengirimkan alamat rumahnya, kurang familiar juga dengan daerahnya, butuh waktu untuk menemukannya, setelah bertanya sana sini, akhirnya ketemu walaupun dia nunggu dia pinggir jalan. Dan kami pun berangkatlah, cuss…
Ohh iya untuk mengabadikan momen-momen langka ini, aku pun berinisatif bawa kamera, siapa tau dia juga senang foto-foto kan, selama di perjalanan obrolan hanya seputar basa basi saja, setelah hampir menempuh waktu 45 menit, akhirnya kami sampai di tempat tujuan, dingin, yang pertama dirasakan, karena tempatnya berada di ketinggian, bergegas untuk mencari spot santai sambil foto-foto tentunya, bosan di satu tempat lalu pindah ke tempat lain dan ke tempat lainnya, ada tempat perkemahan juga ternyata.
Akhirnya memutuskan ke curug, yang masih dalam satu kawasan, cukup melelahkan juga menaiki anak tangga, untungnya tracknya sudah bagus, kulihat dia yang sepertinya mulai kepayahan “dikit lagi, ayo semangat” ucapku untuk menyemangatinya. Dan wuusshh hembusan air yang terbawa angin seketika menyegarkan, “akhirnya” ucapnya dengan wajah penuh kegembiraan. Di curug hanya main air dan foto-foto, sekitar 30 kami pun kembali dan memutusakan untuk duduk santai dekat sungai ditemani oborolan hangat dan camilan yang dibawa. “ternyata dia orangnya asik juga ya” lamunku. “heyy” teriaknya menyadarkanku dari lamunan. “pulang yuk, udah mau ujan” tambahnya. “ayoo” jawabku singkat.
Seperti biasa perjalanan pulang terasa lebih singkat, tak lama kami pun sampai di rumahnya, dia menawarkan untuk singgah sebentar dan mengajaku masuk, merasa tidak enak akhirnya meng-iyakan tawaran tersebut, ternyata di rumah hanya ada ibunya dan keponankannya, hari semakin sore aku memutusakan untuk pamit, “hati-hati, kalo udah nyampe kabarin” katanya “siap, makasih yaa” jawabku yang membuat dia terlihat kebingungan..
To be continued….
Filed Under : by Adiisruna.blogspot.com
Selasa, 07 Mei 2019
0 komentar:
Posting Komentar